Senin, 19 Oktober 2020

3.4 Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah KWU kelas XI

 Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah


1. Pengertian Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanekaragaman olahan kuliner yang menjadi ciri khas kawasan tersebut  atau sering disebut kuliner khas daerah. Makanan khas kawasan ialah kuliner yang biasa di konsumsi di suatu daerah. Karakter kuliner di suatu kawasan biasanya mencerminkan huruf masyarakatnya. Di kawasan pegunungan alasannya iklim pegunungan yang cuek dan menghasilkan materi pangan berupa sayur-mayur, umumnya olahan masakannya berbahan dasar sayur yang disajikan dalam suhu panas dengan rasa pedas, dengan tujuan untuk menghangatkan badan. Di kawasan pantai maka olahan makanannya banyak memakai hasil laut. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kontak dengan orang dari luar kawasan semakin tinggi sehingga melahirkan banyak kuliner adonan yang ikut memperkaya produk kuliner khas daerah.


Makanan khas kawasan mempunyai kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan materi baku, materi tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan.  Bahan utama produk kuliner khas kawasan ialah materi nabati/hewani, kandungan nutrisi utamanya ialah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada masing-masing bahan, tergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, cita rasa, dan warna.


Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia, umumnya terdapat pada materi pangan golongan serelalia seperti; beras, gandum, dan umbi-umbian. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung karbohidrat ialah nasi liwet, nasi jamblang, getuk, dan lain-lain. Protein mempunyai fungsi utama sebagai zat pembangun. Umumnya terdapat pada hasil hewani seperti; daging, ikan, telur, susu, dan hasil nabati menyerupai kacang-kacangan dan hasil olahannya. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung protein ialah telur asin, ayam betutu, angsa songkem, ayam lodho, dan lain sebagainya. 

 Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanek Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah

Aneka olahan kuliner khas daerah

Lemak merupakan sumber tenaga kedua sehabis karbohidrat dan sanggup melarutkan vitamin A, D, E, dan K. Lemak dibedakan menjadi lemak yang sanggup dilihat dan lemak yang tidak sanggup dilihat. Lemak yang sanggup dilihat menyerupai mentega, margarin, minyak goreng. Sedangkan minyak yang tidak sanggup dilihat sepert lemak dari kacang tanah, lemak kemiri, kuning telur, susu. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung lemak adalah; rendang daging, bika ambon, alasannya pada proses pembuatannya memakai santan kental. Vitamin berfungsi untuk kelancaran metabolisme, menjadi daya tahan dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada hasil hewani seperti; danging, susu, telur, dan sumber vitamin dari hasil nabati menyerupai sayur-sayuran dan buahbuahan. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung vitamin ialah karedok, gado-gado, keripik pisang, keripik sanjay, dan lain sebagainya.


2. Karakteristik Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari aneka macam suku dengan kebudayaan yang sangat beragam. Demikian pula dengan hasil alam yang dijadikan sebagai materi pangan. Umumnya materi pangan berasal dari dua sumber yaitu materi pangan nabati dan materi pangan hewani. Bahan kuliner nabati ialah materi kuliner yang berasal dari tumbuh-tumbuhan menyerupai sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan serealia. Bahan kuliner hewani ialah kuliner yang berasal dari hewan, menyerupai telur ,ayam, daging, ikan, dan susu.

Jumat, 16 Oktober 2020

3.4 Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah KWU kelas XI

    Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah


1. Pengertian Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanekaragaman olahan kuliner yang menjadi ciri khas kawasan tersebut  atau sering disebut kuliner khas daerah. Makanan khas kawasan ialah kuliner yang biasa di konsumsi di suatu daerah. Karakter kuliner di suatu kawasan biasanya mencerminkan huruf masyarakatnya. Di kawasan pegunungan alasannya iklim pegunungan yang cuek dan menghasilkan materi pangan berupa sayur-mayur, umumnya olahan masakannya berbahan dasar sayur yang disajikan dalam suhu panas dengan rasa pedas, dengan tujuan untuk menghangatkan badan. Di kawasan pantai maka olahan makanannya banyak memakai hasil laut. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kontak dengan orang dari luar kawasan semakin tinggi sehingga melahirkan banyak kuliner adonan yang ikut memperkaya produk kuliner khas daerah.


Makanan khas kawasan mempunyai kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan materi baku, materi tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan.  Bahan utama produk kuliner khas kawasan ialah materi nabati/hewani, kandungan nutrisi utamanya ialah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada masing-masing bahan, tergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, cita rasa, dan warna.


Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia, umumnya terdapat pada materi pangan golongan serelalia seperti; beras, gandum, dan umbi-umbian. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung karbohidrat ialah nasi liwet, nasi jamblang, getuk, dan lain-lain. Protein mempunyai fungsi utama sebagai zat pembangun. Umumnya terdapat pada hasil hewani seperti; daging, ikan, telur, susu, dan hasil nabati menyerupai kacang-kacangan dan hasil olahannya. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung protein ialah telur asin, ayam betutu, angsa songkem, ayam lodho, dan lain sebagainya. 

 Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanek Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah

Aneka olahan kuliner khas daerah

Lemak merupakan sumber tenaga kedua sehabis karbohidrat dan sanggup melarutkan vitamin A, D, E, dan K. Lemak dibedakan menjadi lemak yang sanggup dilihat dan lemak yang tidak sanggup dilihat. Lemak yang sanggup dilihat menyerupai mentega, margarin, minyak goreng. Sedangkan minyak yang tidak sanggup dilihat sepert lemak dari kacang tanah, lemak kemiri, kuning telur, susu. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung lemak adalah; rendang daging, bika ambon, alasannya pada proses pembuatannya memakai santan kental. Vitamin berfungsi untuk kelancaran metabolisme, menjadi daya tahan dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada hasil hewani seperti; danging, susu, telur, dan sumber vitamin dari hasil nabati menyerupai sayur-sayuran dan buahbuahan. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung vitamin ialah karedok, gado-gado, keripik pisang, keripik sanjay, dan lain sebagainya.


2. Karakteristik Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari aneka macam suku dengan kebudayaan yang sangat beragam. Demikian pula dengan hasil alam yang dijadikan sebagai materi pangan. Umumnya materi pangan berasal dari dua sumber yaitu materi pangan nabati dan materi pangan hewani. Bahan kuliner nabati ialah materi kuliner yang berasal dari tumbuh-tumbuhan menyerupai sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan serealia. Bahan kuliner hewani ialah kuliner yang berasal dari hewan, menyerupai telur ,ayam, daging, ikan, dan susu.

Kamis, 15 Oktober 2020

3.4 Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah KWU kelas XI

   Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah


1. Pengertian Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanekaragaman olahan kuliner yang menjadi ciri khas kawasan tersebut  atau sering disebut kuliner khas daerah. Makanan khas kawasan ialah kuliner yang biasa di konsumsi di suatu daerah. Karakter kuliner di suatu kawasan biasanya mencerminkan huruf masyarakatnya. Di kawasan pegunungan alasannya iklim pegunungan yang cuek dan menghasilkan materi pangan berupa sayur-mayur, umumnya olahan masakannya berbahan dasar sayur yang disajikan dalam suhu panas dengan rasa pedas, dengan tujuan untuk menghangatkan badan. Di kawasan pantai maka olahan makanannya banyak memakai hasil laut. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kontak dengan orang dari luar kawasan semakin tinggi sehingga melahirkan banyak kuliner adonan yang ikut memperkaya produk kuliner khas daerah.


Makanan khas kawasan mempunyai kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan materi baku, materi tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan.  Bahan utama produk kuliner khas kawasan ialah materi nabati/hewani, kandungan nutrisi utamanya ialah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada masing-masing bahan, tergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, cita rasa, dan warna.


Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia, umumnya terdapat pada materi pangan golongan serelalia seperti; beras, gandum, dan umbi-umbian. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung karbohidrat ialah nasi liwet, nasi jamblang, getuk, dan lain-lain. Protein mempunyai fungsi utama sebagai zat pembangun. Umumnya terdapat pada hasil hewani seperti; daging, ikan, telur, susu, dan hasil nabati menyerupai kacang-kacangan dan hasil olahannya. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung protein ialah telur asin, ayam betutu, angsa songkem, ayam lodho, dan lain sebagainya. 

 Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanek Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah

Aneka olahan kuliner khas daerah

Lemak merupakan sumber tenaga kedua sehabis karbohidrat dan sanggup melarutkan vitamin A, D, E, dan K. Lemak dibedakan menjadi lemak yang sanggup dilihat dan lemak yang tidak sanggup dilihat. Lemak yang sanggup dilihat menyerupai mentega, margarin, minyak goreng. Sedangkan minyak yang tidak sanggup dilihat sepert lemak dari kacang tanah, lemak kemiri, kuning telur, susu. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung lemak adalah; rendang daging, bika ambon, alasannya pada proses pembuatannya memakai santan kental. Vitamin berfungsi untuk kelancaran metabolisme, menjadi daya tahan dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada hasil hewani seperti; danging, susu, telur, dan sumber vitamin dari hasil nabati menyerupai sayur-sayuran dan buahbuahan. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung vitamin ialah karedok, gado-gado, keripik pisang, keripik sanjay, dan lain sebagainya.


2. Karakteristik Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari aneka macam suku dengan kebudayaan yang sangat beragam. Demikian pula dengan hasil alam yang dijadikan sebagai materi pangan. Umumnya materi pangan berasal dari dua sumber yaitu materi pangan nabati dan materi pangan hewani. Bahan kuliner nabati ialah materi kuliner yang berasal dari tumbuh-tumbuhan menyerupai sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan serealia. Bahan kuliner hewani ialah kuliner yang berasal dari hewan, menyerupai telur ,ayam, daging, ikan, dan susu.

3.3 mekanisme debet dan kredit ekonomi LM kelas XII

  

Mekanisme Debet dan Kredit

A.    Mekanisme Debet Dan Kredit

         
static.republika.co.id
          Sebelum melakukan pembuatan laporan keuangan perlu adanya langkah-langkah yang harus dilakukan selain mendokumentasikan bukti transaksi juga harus menganalisis bukti transaksi. Nah cara menganalisis bukti transaksi menggunakan aturan mekanisme debet dan kredit akan kita pelajari, yuk kita lihat ulasan mengenai mekanisme debet dan kredit. 

B. Pengertian Debet dan Kredit

         Debet berarti mencatat penambahan akun harta dan beban, juga pengurangan akun kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.

Kredit berarti mencatat pengurangan akun harta dan beban, juga penambahan kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.

Jadi kesimpulannya adalah; saldo normal akun harta dan beban berada pada debet, dan saldo normal akun kewajiban, ekuitas dan pendapatan berada pada kredit

C.     Pengertian Mekanisme Debet Dan Kredit  

        Mekanisme debet dan kredit berupa aturan yang harus ditaati dalam pencatatan. Misalnya, debet harus selalu berada disisi kiri dan kredit harus selalu berada disisi kanan. Karena debet dan kredit berguna sebagai pencatatan baik penambahan maupun pengurangan seperti yang tertulis diatas, ada aturan-aturan seperti berikut:
           Apabila harta/beban bertambah, maka dicatat disisi debet, sedangkan transaksi yang menyebabkan pengurangan dicatat pada sisi kredit. Sebaliknya, untuk akun-akun seperti kewajiban, ekuitas dan pendapatan, jika bertambah maka dicatat disisi kredit, sedangkan berkurang pada sisi debet.

        Pendapatan menambah modal. Oleh karena penambahan modal dicatat sebagai kredit, maka penambahan pendapatan dicatat sebagai kredit juga. Beban mengurangi modal. Oleh karena oengurangan modal dicatat sebagai debet, maka penambahan biaya dicatat sebagai debet juga.       
               
            Untuk pengambilan prive, pengambilan ini dicatat sebagai debet, karena perkiraan ini dianggap sebagai mengurangi modal.  

D.    Aturan Pencatatan Dalam Bukti Transaksi Menggunakan Mekanisme Debet Dan Kredit


Berikut beberapa aturan untuk pencatatan transaksi.
1.      Pedoman mencatat untuk perubahan pada asset adalah:
a.    Asset bertambah (+) dicatat sebelah “Debet”.
b.    Asset berkurang (-) dicatat sebelah “Kredit”

2.      Pedoman mencatat untuk perubahan liability dan owner equity adalah:
a.    Liability dan ownere quity bertambah (+) dicatat sebelah “Kredit”.
b.    Liability dan owner equity berkurang (-) dicatat sebelah “Debet”

3.      Pedoman pencatatannya untuk akun pendapatan adalah :
a.    Pendapatan bertambah (+) dicatat sebelah “Kredit”.
b.    Pendapatan berkurang (-) dicatatat sebelah”Debet”.

4.      Pedoman pencatatan terhadap akun modal adalah:
a.    Beban bertambah (+) dicatat sebelah “Debet”.
b.    Beban berkurang (-) dicatat sebelah “Kredit”

5.      Pedoman pencatatan terhadap pengambilan prive adalah:
a.    Pengambilan prive bertambah (+) dicatat sebelah “Debet”
b.    Pengambilan prive bertambah (-) dicatat sebelah “Kredit”

Sebelum mengaplikasikan mekanisme debet dan kredit, perhatikan terlebih dahulu ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 




Akun
Bertambah
Berkurang
Saldo Normal
Harta
Debit
Kredit
Debet
Utang
Kredit
Debit
Kredit
Ekuitas
Kredit
Debit
Kredit
Pendapatan
Kredit
Debit
Kredit
Beban
Debit
Kredit
Debit






 

Rabu, 14 Oktober 2020

3.4 Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah KWU kelas XI

  Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah


1. Pengertian Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanekaragaman olahan kuliner yang menjadi ciri khas kawasan tersebut  atau sering disebut kuliner khas daerah. Makanan khas kawasan ialah kuliner yang biasa di konsumsi di suatu daerah. Karakter kuliner di suatu kawasan biasanya mencerminkan huruf masyarakatnya. Di kawasan pegunungan alasannya iklim pegunungan yang cuek dan menghasilkan materi pangan berupa sayur-mayur, umumnya olahan masakannya berbahan dasar sayur yang disajikan dalam suhu panas dengan rasa pedas, dengan tujuan untuk menghangatkan badan. Di kawasan pantai maka olahan makanannya banyak memakai hasil laut. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kontak dengan orang dari luar kawasan semakin tinggi sehingga melahirkan banyak kuliner adonan yang ikut memperkaya produk kuliner khas daerah.


Makanan khas kawasan mempunyai kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan materi baku, materi tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan.  Bahan utama produk kuliner khas kawasan ialah materi nabati/hewani, kandungan nutrisi utamanya ialah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada masing-masing bahan, tergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, cita rasa, dan warna.


Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia, umumnya terdapat pada materi pangan golongan serelalia seperti; beras, gandum, dan umbi-umbian. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung karbohidrat ialah nasi liwet, nasi jamblang, getuk, dan lain-lain. Protein mempunyai fungsi utama sebagai zat pembangun. Umumnya terdapat pada hasil hewani seperti; daging, ikan, telur, susu, dan hasil nabati menyerupai kacang-kacangan dan hasil olahannya. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung protein ialah telur asin, ayam betutu, angsa songkem, ayam lodho, dan lain sebagainya. 

 Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanek Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah

Aneka olahan kuliner khas daerah

Lemak merupakan sumber tenaga kedua sehabis karbohidrat dan sanggup melarutkan vitamin A, D, E, dan K. Lemak dibedakan menjadi lemak yang sanggup dilihat dan lemak yang tidak sanggup dilihat. Lemak yang sanggup dilihat menyerupai mentega, margarin, minyak goreng. Sedangkan minyak yang tidak sanggup dilihat sepert lemak dari kacang tanah, lemak kemiri, kuning telur, susu. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung lemak adalah; rendang daging, bika ambon, alasannya pada proses pembuatannya memakai santan kental. Vitamin berfungsi untuk kelancaran metabolisme, menjadi daya tahan dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada hasil hewani seperti; danging, susu, telur, dan sumber vitamin dari hasil nabati menyerupai sayur-sayuran dan buahbuahan. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung vitamin ialah karedok, gado-gado, keripik pisang, keripik sanjay, dan lain sebagainya.


2. Karakteristik Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari aneka macam suku dengan kebudayaan yang sangat beragam. Demikian pula dengan hasil alam yang dijadikan sebagai materi pangan. Umumnya materi pangan berasal dari dua sumber yaitu materi pangan nabati dan materi pangan hewani. Bahan kuliner nabati ialah materi kuliner yang berasal dari tumbuh-tumbuhan menyerupai sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan serealia. Bahan kuliner hewani ialah kuliner yang berasal dari hewan, menyerupai telur ,ayam, daging, ikan, dan susu.

Selasa, 13 Oktober 2020

3.3 Mekanisme Debit Kredit dan Saldo Normal Akun Ekonomi LM kelas XII

 

Mekanisme Debet dan Kredit

A.    Mekanisme Debet Dan Kredit

         
static.republika.co.id
          Sebelum melakukan pembuatan laporan keuangan perlu adanya langkah-langkah yang harus dilakukan selain mendokumentasikan bukti transaksi juga harus menganalisis bukti transaksi. Nah cara menganalisis bukti transaksi menggunakan aturan mekanisme debet dan kredit akan kita pelajari, yuk kita lihat ulasan mengenai mekanisme debet dan kredit. 

B. Pengertian Debet dan Kredit

         Debet berarti mencatat penambahan akun harta dan beban, juga pengurangan akun kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.

Kredit berarti mencatat pengurangan akun harta dan beban, juga penambahan kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.

Jadi kesimpulannya adalah; saldo normal akun harta dan beban berada pada debet, dan saldo normal akun kewajiban, ekuitas dan pendapatan berada pada kredit

C.     Pengertian Mekanisme Debet Dan Kredit  

        Mekanisme debet dan kredit berupa aturan yang harus ditaati dalam pencatatan. Misalnya, debet harus selalu berada disisi kiri dan kredit harus selalu berada disisi kanan. Karena debet dan kredit berguna sebagai pencatatan baik penambahan maupun pengurangan seperti yang tertulis diatas, ada aturan-aturan seperti berikut:
           Apabila harta/beban bertambah, maka dicatat disisi debet, sedangkan transaksi yang menyebabkan pengurangan dicatat pada sisi kredit. Sebaliknya, untuk akun-akun seperti kewajiban, ekuitas dan pendapatan, jika bertambah maka dicatat disisi kredit, sedangkan berkurang pada sisi debet.

        Pendapatan menambah modal. Oleh karena penambahan modal dicatat sebagai kredit, maka penambahan pendapatan dicatat sebagai kredit juga. Beban mengurangi modal. Oleh karena oengurangan modal dicatat sebagai debet, maka penambahan biaya dicatat sebagai debet juga.       
               
            Untuk pengambilan prive, pengambilan ini dicatat sebagai debet, karena perkiraan ini dianggap sebagai mengurangi modal.  

D.    Aturan Pencatatan Dalam Bukti Transaksi Menggunakan Mekanisme Debet Dan Kredit


Berikut beberapa aturan untuk pencatatan transaksi.
1.      Pedoman mencatat untuk perubahan pada asset adalah:
a.    Asset bertambah (+) dicatat sebelah “Debet”.
b.    Asset berkurang (-) dicatat sebelah “Kredit”

2.      Pedoman mencatat untuk perubahan liability dan owner equity adalah:
a.    Liability dan ownere quity bertambah (+) dicatat sebelah “Kredit”.
b.    Liability dan owner equity berkurang (-) dicatat sebelah “Debet”

3.      Pedoman pencatatannya untuk akun pendapatan adalah :
a.    Pendapatan bertambah (+) dicatat sebelah “Kredit”.
b.    Pendapatan berkurang (-) dicatatat sebelah”Debet”.

4.      Pedoman pencatatan terhadap akun modal adalah:
a.    Beban bertambah (+) dicatat sebelah “Debet”.
b.    Beban berkurang (-) dicatat sebelah “Kredit”

5.      Pedoman pencatatan terhadap pengambilan prive adalah:
a.    Pengambilan prive bertambah (+) dicatat sebelah “Debet”
b.    Pengambilan prive bertambah (-) dicatat sebelah “Kredit”

Sebelum mengaplikasikan mekanisme debet dan kredit, perhatikan terlebih dahulu ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 




Akun
Bertambah
Berkurang
Saldo Normal
Harta
Debit
Kredit
Debet
Utang
Kredit
Debit
Kredit
Ekuitas
Kredit
Debit
Kredit
Pendapatan
Kredit
Debit
Kredit
Beban
Debit
Kredit
Debit






 

Senin, 12 Oktober 2020

3.4 Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah kelas XI

 Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Tempat Menurut Daya Dukung Daerah


1. Pengertian Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanekaragaman olahan kuliner yang menjadi ciri khas kawasan tersebut  atau sering disebut kuliner khas daerah. Makanan khas kawasan ialah kuliner yang biasa di konsumsi di suatu daerah. Karakter kuliner di suatu kawasan biasanya mencerminkan huruf masyarakatnya. Di kawasan pegunungan alasannya iklim pegunungan yang cuek dan menghasilkan materi pangan berupa sayur-mayur, umumnya olahan masakannya berbahan dasar sayur yang disajikan dalam suhu panas dengan rasa pedas, dengan tujuan untuk menghangatkan badan. Di kawasan pantai maka olahan makanannya banyak memakai hasil laut. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kontak dengan orang dari luar kawasan semakin tinggi sehingga melahirkan banyak kuliner adonan yang ikut memperkaya produk kuliner khas daerah.


Makanan khas kawasan mempunyai kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan materi baku, materi tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan.  Bahan utama produk kuliner khas kawasan ialah materi nabati/hewani, kandungan nutrisi utamanya ialah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada masing-masing bahan, tergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, cita rasa, dan warna.


Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia, umumnya terdapat pada materi pangan golongan serelalia seperti; beras, gandum, dan umbi-umbian. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung karbohidrat ialah nasi liwet, nasi jamblang, getuk, dan lain-lain. Protein mempunyai fungsi utama sebagai zat pembangun. Umumnya terdapat pada hasil hewani seperti; daging, ikan, telur, susu, dan hasil nabati menyerupai kacang-kacangan dan hasil olahannya. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung protein ialah telur asin, ayam betutu, angsa songkem, ayam lodho, dan lain sebagainya. 

 Indonesia merupakan negara yang terdiri dari aneka macam suku bangsa di mana mempunyai keanek Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah

Aneka olahan kuliner khas daerah

Lemak merupakan sumber tenaga kedua sehabis karbohidrat dan sanggup melarutkan vitamin A, D, E, dan K. Lemak dibedakan menjadi lemak yang sanggup dilihat dan lemak yang tidak sanggup dilihat. Lemak yang sanggup dilihat menyerupai mentega, margarin, minyak goreng. Sedangkan minyak yang tidak sanggup dilihat sepert lemak dari kacang tanah, lemak kemiri, kuning telur, susu. Contoh kuliner khas kawasan yang banyak mengandung lemak adalah; rendang daging, bika ambon, alasannya pada proses pembuatannya memakai santan kental. Vitamin berfungsi untuk kelancaran metabolisme, menjadi daya tahan dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada hasil hewani seperti; danging, susu, telur, dan sumber vitamin dari hasil nabati menyerupai sayur-sayuran dan buahbuahan. Contoh kuliner khas kawasan yang mengandung vitamin ialah karedok, gado-gado, keripik pisang, keripik sanjay, dan lain sebagainya.


2. Karakteristik Makanan Khas Daerah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari aneka macam suku dengan kebudayaan yang sangat beragam. Demikian pula dengan hasil alam yang dijadikan sebagai materi pangan. Umumnya materi pangan berasal dari dua sumber yaitu materi pangan nabati dan materi pangan hewani. Bahan kuliner nabati ialah materi kuliner yang berasal dari tumbuh-tumbuhan menyerupai sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan serealia. Bahan kuliner hewani ialah kuliner yang berasal dari hewan, menyerupai telur ,ayam, daging, ikan, dan susu.

Latihan soal PAS Kewirausahaan kelas XI

  Asalamu'alaikum anak2 ku kelas XI minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin ya anak2ku, ✨ Semangat kembali mengikuti Pembelajaran...