Kamis, 05 November 2020

3.4 Pemetaan peluang usaha KWU kelas XI

   


PEMETAAN PELUANG USAHA

A. Pemetaan

Sebelum melakukan usaha seorang wirausahawan harus melakukan pemetaan peluang usaha.

Pemetaan usaha dilakukan untuk:

  1. menemukan peluang usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada
  2. Mengetahui seberapa besar potensi yang ada dan berapa lama usaha dapat bertahan

Pemetaan potensi usaha dapat didasarkan pada sektor unggulan daerah. Cara atupun metode dalam pemetaan usaha dapat dilakukan secara kwalitatif maupun kwantitatif, diantaranya yaitu dapat dilakukan dengan melakukan analisis SWOT.

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman)

Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.

Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.

Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.

Analisis SWOT adalah suatu analisa terhadap lingkungan internal maupun eksternal wirausaha/perusahaan.

  • Analisa internal menitik beratkan pada kekuatan (strengt) dan kelemahan (weekness),
  • Analisis eksternal untuk menggali dan megidentifikasi semua gejala peluang (opportiuty) yang ada dan yang akan dapatng (threat) dari kemungkinn adanya persaingan

Strategi yang dapat dilakukan adalah;

  1. Memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal
  2. Meningkatkan kwalitas rasa dan tampilan pengemasan

B. Contoh Studi Kasus

Contoh studi kasus berikut contoh analisis SWOT untuk usaha pembuatan rendang

  1. Analisis Kekuatan (Strenght)
    • Rendang merupakan salah satu jenis makanan yang disukai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia;
    • Harga jual bersaing;
    • Bahan-bahan untuk pembutan rendang mudah dicari.
      • Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:
    • Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan sampai berubah;
    • Usahakan terus untuk mempertahankan harga;
    • Semakin menonjolkan keuggulan rendang yang akan dipasarkan tidak menggunakan bahan pengawet dan dijamin sehat.
  2. Analisis Kelemahan (Weakness)
    • Harga bahan-bahan seringkali tidak stabil.
    • Daging sapi seringkali dicampur dengan jenis daging lain.
      • Hal yang perlu dilakukan setelah analisis
    • Tonjolkan pada bentuk rasa sehingga walaupun porsinya tidak besar, tetapi karena harganya murah makan akan tetap memiliki daya tarik bagi pembeli;
    • Telitilah dalam membeli daging. Kenali bentuk daging sapi asli dan daging lain (misalnya babi) dan bentuk daging sapi yang sudah dicampur dengan daging yang lain.
  3. Analisis Kesempatan (Opportunity)
    • Dapat melayani pesanan pesta atau catering;
    • Dapat membuka warung makan/restoran dengan menu khas rendang yang lezat.
      • Hal yang dapat dilakukan setelah analisis:
    • Menyiiapkan dan mulai menawarkan rendang pada pelanggan yang membutuhkan baik untuk pesta, event tertentu maupun untuk makanan sehari-hari. Mulailah membuat rencana pemasaran rendang dari rumah ke rumah atau melalui jasa online
    • Mulai membuat rencana untuk membuka warung atau rumah
    • makan yang membuat menu rendang.
  4. Analisis Ancaman (Threat)
    • Semakin banyak pesaing muncul bila rendang buatan kita disukai konsumen.
    • Kemungkinan harga pesaing lebih murah dari harga yang kita tawarkan.
      • Hal yang dapat dilakukan setelah analisis :
    • Menjaga kualitas rendang yang kita buat sehingga pelanggan tetap akan datang ke tempat usaha makanan kita dan tidak akan berpaling dengan usaha makanan rendang yang lain.
    • Jangan terlalu cepat menaikkan harga jual ketika harga bahan baku (daging) sedang naik di pasaran. Kita dapat tetap menggunakan harga lama dengan kualitas rasa yang tetap namun dengan porsi yang lebih diperkecil.

Rabu, 04 November 2020

3.4 Pemetaan peluang usaha makanan khas daerah kwu kelas XI

  


PEMETAAN PELUANG USAHA

A. Pemetaan

Sebelum melakukan usaha seorang wirausahawan harus melakukan pemetaan peluang usaha.

Pemetaan usaha dilakukan untuk:

  1. menemukan peluang usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada
  2. Mengetahui seberapa besar potensi yang ada dan berapa lama usaha dapat bertahan

Pemetaan potensi usaha dapat didasarkan pada sektor unggulan daerah. Cara atupun metode dalam pemetaan usaha dapat dilakukan secara kwalitatif maupun kwantitatif, diantaranya yaitu dapat dilakukan dengan melakukan analisis SWOT.

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman)

Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.

Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.

Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.

Analisis SWOT adalah suatu analisa terhadap lingkungan internal maupun eksternal wirausaha/perusahaan.

  • Analisa internal menitik beratkan pada kekuatan (strengt) dan kelemahan (weekness),
  • Analisis eksternal untuk menggali dan megidentifikasi semua gejala peluang (opportiuty) yang ada dan yang akan dapatng (threat) dari kemungkinn adanya persaingan

Strategi yang dapat dilakukan adalah;

  1. Memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal
  2. Meningkatkan kwalitas rasa dan tampilan pengemasan

B. Contoh Studi Kasus

Contoh studi kasus berikut contoh analisis SWOT untuk usaha pembuatan rendang

  1. Analisis Kekuatan (Strenght)
    • Rendang merupakan salah satu jenis makanan yang disukai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia;
    • Harga jual bersaing;
    • Bahan-bahan untuk pembutan rendang mudah dicari.
      • Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:
    • Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan sampai berubah;
    • Usahakan terus untuk mempertahankan harga;
    • Semakin menonjolkan keuggulan rendang yang akan dipasarkan tidak menggunakan bahan pengawet dan dijamin sehat.
  2. Analisis Kelemahan (Weakness)
    • Harga bahan-bahan seringkali tidak stabil.
    • Daging sapi seringkali dicampur dengan jenis daging lain.
      • Hal yang perlu dilakukan setelah analisis
    • Tonjolkan pada bentuk rasa sehingga walaupun porsinya tidak besar, tetapi karena harganya murah makan akan tetap memiliki daya tarik bagi pembeli;
    • Telitilah dalam membeli daging. Kenali bentuk daging sapi asli dan daging lain (misalnya babi) dan bentuk daging sapi yang sudah dicampur dengan daging yang lain.
  3. Analisis Kesempatan (Opportunity)
    • Dapat melayani pesanan pesta atau catering;
    • Dapat membuka warung makan/restoran dengan menu khas rendang yang lezat.
      • Hal yang dapat dilakukan setelah analisis:
    • Menyiiapkan dan mulai menawarkan rendang pada pelanggan yang membutuhkan baik untuk pesta, event tertentu maupun untuk makanan sehari-hari. Mulailah membuat rencana pemasaran rendang dari rumah ke rumah atau melalui jasa online
    • Mulai membuat rencana untuk membuka warung atau rumah
    • makan yang membuat menu rendang.
  4. Analisis Ancaman (Threat)
    • Semakin banyak pesaing muncul bila rendang buatan kita disukai konsumen.
    • Kemungkinan harga pesaing lebih murah dari harga yang kita tawarkan.
      • Hal yang dapat dilakukan setelah analisis :
    • Menjaga kualitas rendang yang kita buat sehingga pelanggan tetap akan datang ke tempat usaha makanan kita dan tidak akan berpaling dengan usaha makanan rendang yang lain.
    • Jangan terlalu cepat menaikkan harga jual ketika harga bahan baku (daging) sedang naik di pasaran. Kita dapat tetap menggunakan harga lama dengan kualitas rasa yang tetap namun dengan porsi yang lebih diperkecil.

3.4 Tahap penutupan siklus akuntansi ekonomi LM kelas XII

   MenuPenutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Kapan Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Dilakukan?

Seperti yang secara umum diketahui, siklus akuntansi perusahaan jasa harus ditutup pada akhir periode. Akan tetapi, proses penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa tidak dapat langsung dilakukan begitu saja dan prosesnya juga tidak sederhana. Ada beberapa tahapan penutupan siklus akuntansi yang perlu dilakukan . Setiap tahapan ini cukup rumit dan perlu waktu untuk melaksanakannya.

Berikut penjelasan singkat tentang tahapan tersebut.

1. Pencatatan dan Pengelompokan

Pada tahap ini, Anda harus mencatat semua transaksi keuangan pada jurnal umum. Perlu diingat bahwa pencatatan ini harus dilakukan sesuai dengan bukti transaksi, misalnya faktur, nota, dan kuitansi. Selain itu, pencatatan juga harus dilakukan dengan teliti.

Setelah dicatat pada jurnal umum, semua transaksi tersebut harus dikelompokan pada buku besar. Dalam megelompokkan data transaksi tersebut, Anda dapat mengelompokannya berdasarkan tanggal, jenis, nomor akun, dll.

2. Peringkasan atau Pengikhtisaran

Pada tahap ini ada, banyak hal yang perlu dilakukan. Pertama adalah menjumlahkan saldo dari semua akun yang ada di buku besar. Setelah itu, ringkasan akun ini dicatat pada neraca saldo. Ringkasan ini perlu disesuaikan atau dikoreksi. Proses penyesuaian ini dilakukan pada jurnal penyesuaian.

Setelah penyesuaian dilakukan, Anda harus menyusun neraca saldo setelah penyesuaian. Selanjutnya, Anda perlu membuat neraca lajur. Neraca ini terdiri dari berbagai neraca yang disusun berderet. Neraca-neraca tersebut adalah neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah disesuaikan, kolom laba rugi, dan neraca.

3. Pelaporan

Pada tahap pelaporan, apa yang telah diringkas tersebut dibuat laporannya masing-masing. Dari laporan ini, pihak-pihak yang memiliki kepentingan dapat menggunakannya sebagai pertimbangan untuk memutuskan kebijakan.

Tujuan Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Setelah semua tahap tersebut selesai dilakukan, Anda dapat memulai proses penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa. Tujuan dilakukannya proses ini adalah untuk menutup siklus akuntansi dalam satu periode. Proses ini diawali dengan menyeimbangkan saldo semua akun, sehingga jumlah mereka nol.

Tujuan lain dari penutupan ini adalah untuk mengetahui apakah setiap akun memiliki jumlah saldo yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di akhir periode akuntansi. Setelah proses ini selesai dilakukan, Anda dapat memulai siklus akuntansi baru untuk periode selanjutnya.

Apa yang Harus Dilakukan Dalam Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa?

Tentunya setelah mempelajari proses penyusunan siklus akuntansi di suatu perusahaan, ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam melakukan penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa. Berikut ini tahapan penutupan siklus akuntansi.

1. Menyusun Jurnal Penutup

Sebelum menyusun jurnal pentutup, Anda perlu mengetahui lebih banyak tentang jurnal penutup terlebih dahulu. Jurnal penutup adalah jurnal yang disusun untuk membuat saldo perkiraan sementara bernilai nol, sehingga perusahaan dapat mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode. Sumber penyusunan ayat jurnal penutup berasal dari kertas kerja kolom laba/rugi.

Selain untuk mengetahui laba, jurnal ini juga berfungsi untuk membuat saldo pada rekening modal yang sama jumlahnya dengan modal akhir yang dilaporkan pada neraca. Selain itu, jurnal ini juga berguna untuk memisahkan saldo rekening sementara, dari periode saat ini dengan periode berikutnya.penyusunan jurnal penutup erat kaitannya dengan akun ikhtisar laba/rugi, akun pendapatan, akun beban, dan akun prive. Ketika menuliskan saldo dari tiap akun tersebut pada jurnal penutup, Anda harus menuliskan saldo mereka pada sisi debet/kredit yang berlawanan. Jurnal penutup disusun melalui tahapan berikut ini.

  • Saldo akun pendapatan dipindahkan pada akun ikhtisar laba/rugi. Cara melakukannya adalah dengan mengkreditkan saldo akun ikhtisar laba/rugi dan mendebetkan saldo akun pendapatan.
  • Saldo akun beban dipindahkan pada akun ikhtisar laba/rugi. Cara melakukannya yaitu dengan mendebetkan saldo akun ikhtisar laba/rugi dan mengkreditkan saldo akun beban.
  • Saldo akun prive dipindahkan pada akun ekuitas. Cara melakukannya adalah dengan mendebetkan akun ekuitas dan mengkreditkan akun prive.

2. Pemindahbukuan Jurnal Penutup pada Buku Besar

Setelah jurnal penutup selesai disusun, Anda perlu menutup buku besar. Untuk menutupnya, pindahkan saldo akun nominal pada akun ekuitas. Dengan demikian, akun saldo nominal akan memiliki saldo bernilai nol.

Selain itu, pemindahbukuan ini dapat dilakukan dengan cara memosting jurnal penyesuaian pada akun buku besar, memosting jurnal penutup pada akun buku besar, serta memberi dua garis pada bagian bawah saldo akun nominal. Cara terakhir tersebut dilakukan untuk memperlihatkan bahwa akun nominal tersebut tidak berlaku lagi untuk periode selanjutnya.

3. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan

Pada tahap selanjutnya, Anda harus menyusun neraca saldo setelah penutupan. Untuk menyusunnya, Anda memerlukan data yang ada pada akun buku besar saat akun sementara memiliki saldo bernilai nol atau jurnal penutup telah disusun atau dari neraca lajur.

Isi dari neraca saldo setelah penutupan adalah akun riil yang terdiri dari harta, utang, serta modal. Tujuan pembuatan neraca ini adalah untuk mencari tahu keseimbangan antara saldo debet dan kredit yang ada pada akun buku besar.

4. Menyusun Jurnal Pembalik

Setelah menyusun neraca saldo setelah penutupan, sebenarnya penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa telah resmi ditutup. Namun karena siklus akuntansi adalah lingkaran yang tak terputus, maka pada tahap akhir ini, Anda perlu membuat jurnal pembalik guna memulai siklus akuntansi selanjutnya.

Jurnal yang disusun pada awal periode akuntansi ini merupakan jurnal untuk membalikkan ayat jurnal penyesuaian. Meski demikian, tidak semua ayat jurnal penyesuaian perlu dibalik. Berikut ini beberapa ayat jurnal yang memerlukan jurnal pembalik.

  • Pendapatan dibayar di muka.
  • Pendapatan yang masih harus diterima.
  • Beban dibayar di muka.
  • Beban diterima di muka

Tujuan penyusunan jurnal ini adalah untuk menghindari pengakuan pendapatan maupun beban berganda di satu periode akuntansi yang dikarenakan adanya jurnal penyesuaian tertentu saat tahap pengikhtisaran. Jurnal pembalik dipresentasikan dalam bentuk jurnal umum yang mengawali suatu periode akuntansi. Demikian, jurnal ini disusun di jurnal umum sebelum transaksi pertama dibukukan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan diharuskan untuk membuat jurnal pembalik. Hal ini karena setiap perusahaan memiliki pendekatannya masing-masing alias berbeda-beda dalam proses akuntansinya.

Perusahaan yang memerlukan jurnal pembalik adalah mereka yang menggunakan pendekatan beban dan pendapatan. Sekali mereka menggunakan pendekatan ini dan membuat jurnal pembalik pada satu periode akuntansi, mereka harus melakukannya secara konsisten di setiap periode akuntansinya.dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa proses penutupan siklus akuntansi adalah proses yang sedikit rumit.

Selasa, 03 November 2020

3.4 Tahap penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa ekonomi LM kelas XII

  MenuPenutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Kapan Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Dilakukan?

Seperti yang secara umum diketahui, siklus akuntansi perusahaan jasa harus ditutup pada akhir periode. Akan tetapi, proses penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa tidak dapat langsung dilakukan begitu saja dan prosesnya juga tidak sederhana. Ada beberapa tahapan penutupan siklus akuntansi yang perlu dilakukan . Setiap tahapan ini cukup rumit dan perlu waktu untuk melaksanakannya.

Berikut penjelasan singkat tentang tahapan tersebut.

1. Pencatatan dan Pengelompokan

Pada tahap ini, Anda harus mencatat semua transaksi keuangan pada jurnal umum. Perlu diingat bahwa pencatatan ini harus dilakukan sesuai dengan bukti transaksi, misalnya faktur, nota, dan kuitansi. Selain itu, pencatatan juga harus dilakukan dengan teliti.

Setelah dicatat pada jurnal umum, semua transaksi tersebut harus dikelompokan pada buku besar. Dalam megelompokkan data transaksi tersebut, Anda dapat mengelompokannya berdasarkan tanggal, jenis, nomor akun, dll.

2. Peringkasan atau Pengikhtisaran

Pada tahap ini ada, banyak hal yang perlu dilakukan. Pertama adalah menjumlahkan saldo dari semua akun yang ada di buku besar. Setelah itu, ringkasan akun ini dicatat pada neraca saldo. Ringkasan ini perlu disesuaikan atau dikoreksi. Proses penyesuaian ini dilakukan pada jurnal penyesuaian.

Setelah penyesuaian dilakukan, Anda harus menyusun neraca saldo setelah penyesuaian. Selanjutnya, Anda perlu membuat neraca lajur. Neraca ini terdiri dari berbagai neraca yang disusun berderet. Neraca-neraca tersebut adalah neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah disesuaikan, kolom laba rugi, dan neraca.

3. Pelaporan

Pada tahap pelaporan, apa yang telah diringkas tersebut dibuat laporannya masing-masing. Dari laporan ini, pihak-pihak yang memiliki kepentingan dapat menggunakannya sebagai pertimbangan untuk memutuskan kebijakan.

Tujuan Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Setelah semua tahap tersebut selesai dilakukan, Anda dapat memulai proses penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa. Tujuan dilakukannya proses ini adalah untuk menutup siklus akuntansi dalam satu periode. Proses ini diawali dengan menyeimbangkan saldo semua akun, sehingga jumlah mereka nol.

Tujuan lain dari penutupan ini adalah untuk mengetahui apakah setiap akun memiliki jumlah saldo yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di akhir periode akuntansi. Setelah proses ini selesai dilakukan, Anda dapat memulai siklus akuntansi baru untuk periode selanjutnya.

Apa yang Harus Dilakukan Dalam Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa?

Tentunya setelah mempelajari proses penyusunan siklus akuntansi di suatu perusahaan, ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam melakukan penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa. Berikut ini tahapan penutupan siklus akuntansi.

1. Menyusun Jurnal Penutup

Sebelum menyusun jurnal pentutup, Anda perlu mengetahui lebih banyak tentang jurnal penutup terlebih dahulu. Jurnal penutup adalah jurnal yang disusun untuk membuat saldo perkiraan sementara bernilai nol, sehingga perusahaan dapat mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode. Sumber penyusunan ayat jurnal penutup berasal dari kertas kerja kolom laba/rugi.

Selain untuk mengetahui laba, jurnal ini juga berfungsi untuk membuat saldo pada rekening modal yang sama jumlahnya dengan modal akhir yang dilaporkan pada neraca. Selain itu, jurnal ini juga berguna untuk memisahkan saldo rekening sementara, dari periode saat ini dengan periode berikutnya.penyusunan jurnal penutup erat kaitannya dengan akun ikhtisar laba/rugi, akun pendapatan, akun beban, dan akun prive. Ketika menuliskan saldo dari tiap akun tersebut pada jurnal penutup, Anda harus menuliskan saldo mereka pada sisi debet/kredit yang berlawanan. Jurnal penutup disusun melalui tahapan berikut ini.

  • Saldo akun pendapatan dipindahkan pada akun ikhtisar laba/rugi. Cara melakukannya adalah dengan mengkreditkan saldo akun ikhtisar laba/rugi dan mendebetkan saldo akun pendapatan.
  • Saldo akun beban dipindahkan pada akun ikhtisar laba/rugi. Cara melakukannya yaitu dengan mendebetkan saldo akun ikhtisar laba/rugi dan mengkreditkan saldo akun beban.
  • Saldo akun prive dipindahkan pada akun ekuitas. Cara melakukannya adalah dengan mendebetkan akun ekuitas dan mengkreditkan akun prive.

2. Pemindahbukuan Jurnal Penutup pada Buku Besar

Setelah jurnal penutup selesai disusun, Anda perlu menutup buku besar. Untuk menutupnya, pindahkan saldo akun nominal pada akun ekuitas. Dengan demikian, akun saldo nominal akan memiliki saldo bernilai nol.

Selain itu, pemindahbukuan ini dapat dilakukan dengan cara memosting jurnal penyesuaian pada akun buku besar, memosting jurnal penutup pada akun buku besar, serta memberi dua garis pada bagian bawah saldo akun nominal. Cara terakhir tersebut dilakukan untuk memperlihatkan bahwa akun nominal tersebut tidak berlaku lagi untuk periode selanjutnya.

3. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan

Pada tahap selanjutnya, Anda harus menyusun neraca saldo setelah penutupan. Untuk menyusunnya, Anda memerlukan data yang ada pada akun buku besar saat akun sementara memiliki saldo bernilai nol atau jurnal penutup telah disusun atau dari neraca lajur.

Isi dari neraca saldo setelah penutupan adalah akun riil yang terdiri dari harta, utang, serta modal. Tujuan pembuatan neraca ini adalah untuk mencari tahu keseimbangan antara saldo debet dan kredit yang ada pada akun buku besar.

4. Menyusun Jurnal Pembalik

Setelah menyusun neraca saldo setelah penutupan, sebenarnya penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa telah resmi ditutup. Namun karena siklus akuntansi adalah lingkaran yang tak terputus, maka pada tahap akhir ini, Anda perlu membuat jurnal pembalik guna memulai siklus akuntansi selanjutnya.

Jurnal yang disusun pada awal periode akuntansi ini merupakan jurnal untuk membalikkan ayat jurnal penyesuaian. Meski demikian, tidak semua ayat jurnal penyesuaian perlu dibalik. Berikut ini beberapa ayat jurnal yang memerlukan jurnal pembalik.

  • Pendapatan dibayar di muka.
  • Pendapatan yang masih harus diterima.
  • Beban dibayar di muka.
  • Beban diterima di muka

Tujuan penyusunan jurnal ini adalah untuk menghindari pengakuan pendapatan maupun beban berganda di satu periode akuntansi yang dikarenakan adanya jurnal penyesuaian tertentu saat tahap pengikhtisaran. Jurnal pembalik dipresentasikan dalam bentuk jurnal umum yang mengawali suatu periode akuntansi. Demikian, jurnal ini disusun di jurnal umum sebelum transaksi pertama dibukukan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan diharuskan untuk membuat jurnal pembalik. Hal ini karena setiap perusahaan memiliki pendekatannya masing-masing alias berbeda-beda dalam proses akuntansinya.

Perusahaan yang memerlukan jurnal pembalik adalah mereka yang menggunakan pendekatan beban dan pendapatan. Sekali mereka menggunakan pendekatan ini dan membuat jurnal pembalik pada satu periode akuntansi, mereka harus melakukannya secara konsisten di setiap periode akuntansinya.dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa proses penutupan siklus akuntansi adalah proses yang sedikit rumit.

Senin, 02 November 2020

3.4 Pemetaan peluang usaha dalam usaha makanan khas daerah KWU kelas XI

 


PEMETAAN PELUANG USAHA

A. Pemetaan

Sebelum melakukan usaha seorang wirausahawan harus melakukan pemetaan peluang usaha.

Pemetaan usaha dilakukan untuk:

  1. menemukan peluang usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada
  2. Mengetahui seberapa besar potensi yang ada dan berapa lama usaha dapat bertahan

Pemetaan potensi usaha dapat didasarkan pada sektor unggulan daerah. Cara atupun metode dalam pemetaan usaha dapat dilakukan secara kwalitatif maupun kwantitatif, diantaranya yaitu dapat dilakukan dengan melakukan analisis SWOT.

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman)

Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.

Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.

Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.

Analisis SWOT adalah suatu analisa terhadap lingkungan internal maupun eksternal wirausaha/perusahaan.

  • Analisa internal menitik beratkan pada kekuatan (strengt) dan kelemahan (weekness),
  • Analisis eksternal untuk menggali dan megidentifikasi semua gejala peluang (opportiuty) yang ada dan yang akan dapatng (threat) dari kemungkinn adanya persaingan

Strategi yang dapat dilakukan adalah;

  1. Memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal
  2. Meningkatkan kwalitas rasa dan tampilan pengemasan

B. Contoh Studi Kasus

Contoh studi kasus berikut contoh analisis SWOT untuk usaha pembuatan rendang

  1. Analisis Kekuatan (Strenght)
    • Rendang merupakan salah satu jenis makanan yang disukai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia;
    • Harga jual bersaing;
    • Bahan-bahan untuk pembutan rendang mudah dicari.
      • Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:
    • Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan sampai berubah;
    • Usahakan terus untuk mempertahankan harga;
    • Semakin menonjolkan keuggulan rendang yang akan dipasarkan tidak menggunakan bahan pengawet dan dijamin sehat.
  2. Analisis Kelemahan (Weakness)
    • Harga bahan-bahan seringkali tidak stabil.
    • Daging sapi seringkali dicampur dengan jenis daging lain.
      • Hal yang perlu dilakukan setelah analisis
    • Tonjolkan pada bentuk rasa sehingga walaupun porsinya tidak besar, tetapi karena harganya murah makan akan tetap memiliki daya tarik bagi pembeli;
    • Telitilah dalam membeli daging. Kenali bentuk daging sapi asli dan daging lain (misalnya babi) dan bentuk daging sapi yang sudah dicampur dengan daging yang lain.
  3. Analisis Kesempatan (Opportunity)
    • Dapat melayani pesanan pesta atau catering;
    • Dapat membuka warung makan/restoran dengan menu khas rendang yang lezat.
      • Hal yang dapat dilakukan setelah analisis:
    • Menyiiapkan dan mulai menawarkan rendang pada pelanggan yang membutuhkan baik untuk pesta, event tertentu maupun untuk makanan sehari-hari. Mulailah membuat rencana pemasaran rendang dari rumah ke rumah atau melalui jasa online
    • Mulai membuat rencana untuk membuka warung atau rumah
    • makan yang membuat menu rendang.
  4. Analisis Ancaman (Threat)
    • Semakin banyak pesaing muncul bila rendang buatan kita disukai konsumen.
    • Kemungkinan harga pesaing lebih murah dari harga yang kita tawarkan.
      • Hal yang dapat dilakukan setelah analisis :
    • Menjaga kualitas rendang yang kita buat sehingga pelanggan tetap akan datang ke tempat usaha makanan kita dan tidak akan berpaling dengan usaha makanan rendang yang lain.
    • Jangan terlalu cepat menaikkan harga jual ketika harga bahan baku (daging) sedang naik di pasaran. Kita dapat tetap menggunakan harga lama dengan kualitas rasa yang tetap namun dengan porsi yang lebih diperkecil.

Latihan soal PAS Kewirausahaan kelas XI

  Asalamu'alaikum anak2 ku kelas XI minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin ya anak2ku, ✨ Semangat kembali mengikuti Pembelajaran...